Screenshot from 2015-03-14 10:33:49

Indeks Kebahagiaan Mahasiswa: memperkenalkan konsep evaluasi melalui studi kasus

Memperkenalkan konsep tes/non tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi memang tidak terlalu sulit. Bisa dengan metode persentasi yang menyajikan definisi keempat istilah tersebut, kemudian menjelaskannya satu per satu. Tapi kemarin-kemarin karena kelas yang saya ajar ‘sangat menarik’, maka tidak ada salahnya saya mencoba satu metode yang baru untuk membuat para mahasiswa memahami secara mendalam konsep dan implementasi keempat istilah tersebut.

Alhasil, saya pun merancang satu kegiatan untuk mereka dengan tujuan memperkenalkan kepada mereka keempat istilah tadi. Kegiatannya adalah, mereka diberikan satu studi kasus yang berhubungan dengan konteks lingkungan mereka. Anda mungkin sudah pernah membaca sebuah riset yang dilakukan BPS (badan Pusat Statistik) tentang Indeks Kebahagiaan Indonesia. Riset tersebut dilakukan tahun 2014 lalu.

Dalam riset tersebut, BPS menggunakan 10 indikator kebahagiaan yang menurut para pakar belum teruji validitasnya. Terutama kesepuluh indikator tersebut dipandang kebanyak menilai sisi materil, yaitu kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Tapi, tidak usah terlalu memikirkan hal tersebut, toh hanya dipandang dari satu pihak saja. Ngomong-ngomong ternyata hasil riset tersebut seperti ini….

Screenshot from 2015-03-14 10:33:49 Mangap, eh maap cuma screenshoot,,hehe. Nah, bisa dilihat dari data tersebut bahwa Rakyat Indonesia indeks kebahagiaannya berada pada ukuran 68, 28%, jika dibandingkan dengan kriterianya, maka disimpulkan bahwa Rakyat Indonesia cukup bahagia.

Nah, inilah yang saya rencanakan untuk studi kasus yang mahasiswa akan lakukan. Mereka akan menganalisis Indeks Kebahagiaan Mahasiswa di kampus. Dengan indikator yang mereka tentukan sendiri. Dari segi pemilihan, indikator bisa ditentukan melalui dua metode, riset dan subject expert. Kali ini saya meminta mereka untuk berperan menjadi subject expert tentang faktor kebahagiaan mahasiswa di kampus.

Setelah mereka menentukan ke-sepuluh indikator tersebut, mereka menentukan pernyataan atau pertanyaan untuk setiap indikator. Tiap indikator punya dua pertanyaan atau pernyataan atau digabungkan. Sehingga instrumen mereka memiliki dua puluh butir pertanyaan/pernyataan/gabungan. Kesepuluh indikator tersebut ditentukan berdasarkan diskusi didalam kelompok mereka masing-masing.

Setelah mereka menentukan kesepuluh indikator tersebut, saatnya mereka mempersentasikan di depan kelas tentang apa saja indikator yang mereka tentukan dan alasan mereka mengambil kesepuluh indikator tersebut. Hasilnya tiap kelompok punya indikator yang hampir sama, hanya satu dan dua indikator yang membedakan instrumen mereka. Setelah tanya jawab dan diskusi seluruh kelompok, mereka ditugaskan untuk mengambil kepada sepuluh responden pilihan mereka.

Mereka harus mewawancara dan mengambil data dari sepuluh responden yang mereka akan tentukan. Penentuan responden menggunakan teknik sampling yang telah mereka pelajari dalam mata kuliah statistika. Dari aktivitas ini, saya inginnya mereka belajar tentang konsep tes/nontes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi. Sepertinya akan menjadi menarik jika mereka langsung melakukannya ketimbang hanya saya sampaikan definisi keempat konsep tadi.

Semoga hasilnya menarik, nanti saya akan publish kira-kira indikator apa yang paling berpengaruh terhadap kebahagiaan para mahasiswa disini.

Have a good day everyone.

Tangerang, 14 Maret 2015

@OmFifik @papahnyaabie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s