ceramah

GURU

Guru adalah orang tua kedua kita. Mereka mengajar, mereka memimpin, dan mereka menginspirasi. Sejauh mata mampu melihat kedalam perasaan, guru adalah seorang manusia yang paling bijaksana. Mereka menyayangi kita walaupun baru mengenal kita di dalam ruang kelas. Kita mungkin bukan keluarga mereka, tapi pada kenyataannya, mereka telah menunjukkan bahwa kita adalah anak-anak mereka.

Kita tau bahwa menjadi seorang guru adalah pekerjaan yang luar biasa berat. Belum ada pekerjaan yang mampu mengubah hidup banyak orang selain guru. Dari guru lah karakter seseorang dibangun, dari gurulah moral seseorang dibentuk. Guru selalu berada di depan untuk menginspirasi, guru selalu di tengah ketika mereka memotivasi, dan guru akan ada di belakang ketika mereka mendukung untuk menjadi diri sendiri.

Kita mungkin akan melupakan apa yang mereka katakan tentang pelajaran, tapi kita tak akan pernah lupa tentang kebajikan yang mereka berikan. Mungkin karena itulah kita lebih membutuhkan perhatian daripada pelajaran, padalah dalam pelajaran yang mereka berikan ada perhatian yang terselip pelan. Dengan mudahnya kita melupakan pelajaran mereka, tapi dengan mudah pula mereka mengulanginya untuk kita. Padahal pintar dan bodoh kita tak akan berpengaruh pada mereka.

Mereka lebih khawatir daripada kita disaat nilai raport kita banyak yang merah. Mereka juga lebih khawatir daripada kita disaat kita datang terlambat ke sekolah, hanya karena bangun tidur kesiangan. Mereka yang lebih peduli tentang pentingnya pendidikan kita daripada kita sendiri. Mereka dengan sabar menuntun kita supaya aktif dan mandiri, baik dalam belajar maupun bertingkah laku. Mereka memberikan kita banyak kesempatan berbuat salah, tapi mereka memberikan kita lebih banyak kesempatan untuk memperbaiki diri.

Tidak ada bayaran yang mampu melunasi kerja keras mereka. Curahan perhatian pada keluarga harus mereka bagi untuk mengurus kita. Tiap malam kita mulai tidur, mereka mulai untuk menyiapkan apa yang akan diajarkan esok harinya. Ketika kita baru bangun di pagi hari, mereka telah siap untuk berangkat menuju sekolah menyambut kita. Tak ada yang buruk di mata mereka, walaupun kita bertingkah diluar batas wajar. Bagi mereka, para siswanya adalah diri mereka sendiri. Ketika siswa berbuat tidak baik, maka mereka akan terlebih dulu memperbaiki diri sendiri.

Berbanggalah ibu/bapak guru, karena kalian punya kesempatan mengubah hidup banyak manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s