Study Tour Gedung DPR MPR

? Ilmu, Iman, dan Amal

Oleh:
Taufik Ikhsan Slamet
Malang, 14 April 2012

Berkeyakinan atau beriman bukanlah didasarkan atas kebudayaan, keturunan, adat istiadat setempat, ataupun orang tua. Tapi beriman sudah seharusnya didasarkan atas ilmu dan proses berpikir yang masuk akal. AllahSWT meninggikan derajat manusia dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya, salah satu caranya, dengan memberikan manusia kemampuan berpikir. Ini bukan berarti makhluk hidup lainnya tidak berpikir, mereka pun berpikir. Tapi apa yang membedakan sistem berpikir manusia dengan makhluk hidup lainnya adalah apa yang disebut dengan nalar. Manusia berpikir dengan nalar, sementara makhluk hidup lainnya hanya bisa dengan naluri yang sudah tersistem.

Kita semua tahu bahwa kata pertama yang diwahyukan AllahSWT kepada RasulullahSAW adalah ‘Iqra’ yang artinya ‘bacalah’. RasulullahSAW pun pernah bersabda, “jadikan ilmumu sebagai imam atas amalmu”. Wahyu dan sabda di atas telah menegaskan bahwa konsistensi manusia diturunkan ke dunia adalah dengan membawa amanah ‘menuju pada kebenaran sebenarnya melalui ilmu’. Pencarian kebenaran tersebut menempatkan ilmu sebagai satu-satunya jalan meraih agama yang absolut tersebut, sehingga berilmu sudah menjadi suatu kewajiban, kecuali untuk orang-orang yang tidak percaya akan tuhan.

Berkeyakinan (beragama) sudah sebagai ritual dogmatis yang formalitasnya tidak berhak untuk dipertanyakan, setidaknya itulah yang terpikirkan oleh orang-orang yang masih menganggap agama sebatas identitas di tanda pengenal. Suatu waktu disaat menjalankan sholat maghrib, saya sesungguhnya pernah bertanya dalam hati apa itu ‘Allahuakbar’ ketika mengucapkannya disaat takbir pertama. Sudah hampir 22 tahun saya beragama islam dan menjalankan sholat wajib dan sunnah, tapi saya pun bertanya apa hakikatnya ‘Allahuakbar’. Pertanyaan seperti itu bagi saya bukanlah satu bentuk pertanyaan tentang keabsolutan AllahSWT, tapi pertanyaan tersebut membimbing saya untuk menelusuri lebih jauh keilmuan tentang AllahSWT.

Allahuakbar, satu kalimat yang saya tanyakan itu menemukan puluhan bahkan ratusan jawaban dalam Al-Quran, belum lagi dalam hadist-hadist RasulullahSAW. Salah satu ayat yang menjelaskan kebesaran ilmu AllahSWT tertuang dalam wahyunya berikut:
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu, Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal daging, dan segumpal daging itu, Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (QS Al-Mu’minuun: 12-14)
Wahyu yang diturunkan oleh AllahSWT tersebut diturunkan kepada RasulullahSAW pada abad ke-6, sementara ilmu tentang hal tersebut (kedokteran) baru maju pada abad ke 17 ke 18. Ternyata apa yang disebut dengan Allahuakbar, memang merupakan sifat AllahSWT yang terbukti dengan ilmunya yang maha luas, dan tidak akan pernah terbantah dan dimengerti sepenuhnya oleh manusia.

Metodologi pencarian kebenaran tentangNya pasti akan menuju pada keyakinan yang bertambah besar jika dilakukan dengan masuk akal. Mempertanyakan pengetahuan tentang AllahSWT sesungguhnya harus melalui proses penalaran dalam ilmu pengetahuan, walaupun tidak semua pengetahuan AllahSWT dalam AlQuran tidak dapat dimengerti oleh manusia. Tetapi kebanyakan apa yang diwahyukan oleh AllahSWT dapat dibuktikan oleh akal pikir yang sehat dan hati nurani yang terbuka, karenanya ilmu pengetahuan dapat mengimami kita dalam beramal menuju keridhoan AllahSWT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s