How Infant Learns

Pernah bermain dengan bayi kan?! Pasti pernah ya! Lucu?! Pasti. Ngegemesin?! Pasti. Semua bayi yang terlahir memiliki aura tersendiri didalam dirinya, yang membuat orang-orang didekatnya tertarik untuk tersenyum dan tertawa. Kebanyakan kita bermain dengan mereka tanpa tau apa yang dipikirkan oleh si bayi, karena kita hanya tau apa yang kita lakukan dengan si bayi adalah kegiatan bermain yang menyenangkan. Tapi mungkin, pada beberapa pembaca mengerti, interaksi yang kita lakukan dengan si bayi adalah suatu kegiatan belajar si bayi agar mengalami proses perkembangan.

2 hari yang lalu, penulis juga bertemu dengan seorang bayi yang belum genap berusia 1 tahun dalam sebuah perjalanan panjang Palembang-Bandung. Namanya shiela. Pada awalnya, penulis hanya bermain-main dengan shiela sehingga gelak tawa pun muncul dari sang bayi. Penulis tersadar, ternyata respon yang diberikan shiela memiliki pola tersendiri terhadap tindakan yang penulis lakukan. Misalkan ketika shiela menjulurkan tangan kirinya, lalu penulis menempelkan jari telunjuk di telapak tangannya, maka shiela pun menggenggam jari telunjuk penulis. Lalu, penulis pun menggoyang-goyangkan telunjuk penulis, sehingga tangan kiri shiela pun ikut bergoyang dan shiela pun tertawa. Setelah shiela tertawa, dia melepaskan genggaman tangan kirinya, lalu menjulurkan tangan sebelah kanannya. Hal yang sama dilakukan oleh shiela, yaitu membuka telapak tangannya. Lalu penulis pun meletakkan telunjuk penulis kembali di telapak tangannya. Hal yang sama pun terjadi, shiela menggenggamnya dengan kuat. Penulis pun kembali menggoyangkan telunjuk penulis, sehingga tangan kanan shiel pun ikut bergoyang, kembali shiela pun tertawa.

Terus menerus shiela mengganti tangannya untuk menggenggam telunjuk penulis, setiap shiela menggenggamnya, penulis pun menggoyangkan tangan dan shiela pun tertawa kembali. Stimulus yang diberikan penulis dengan menggoyangkan telunjuk mungkin diterjemahkan oleh sheila sebagai bentuk gerakan baru yang merangsangnya untuk menemukan hal yang baru. Sheila pun mendapatkan satu informasi yang harus dibuktikan kebenarannya (hipotesa), bahwa suatu benda yang digenggam oleh tangan dapat bergoyang. Jika dihubungkan dengan teori perkembangan kognitif yang dikemukakan Piaget, bahwa anak usia Dari Lahir-1 tahun belajar dengan menggunakan gerakan dan rangsangan langsung, atau disebut sebagai suatu tahap sensori motor. Setiap bayi belajar dengan menggunakan genggamannya terlebih dulu, yang kemudian bayi pun melakukan gerakan membanting terhadap benda yang ia genggam. Bila benda itu tidak pecah, kemungkinan besar bayi pun akan menggigit benda tersebut. Proses yang terjadi pada diri shiela ketika mendapatkan informasi bahwa suatu benda yang dapat digenggam pasti dapat bergoyang, merupakan suatu bentu penerimaan informasi yang disebut sebagai asimilasi.

Proses asimilasi yang terjadi pada shiela, yang masih dalam perkembangan kognitif periode sensori motor, merupakan informasi baru yang belum pernah diterima sebelumnya. Ini dibuktikan dengan shiela tertawa ketika tangannya ikut bergoyang, dan kemudian dia pun mencobakannya ke tangan lainnya. Setelah beberapa saat, penulis pun memberikan shiela beberapa keping keripik rasa barbeque. Hal yang pertama dilakukan shiela adalah mengambil keping keripik tersebut dan menggenggamnya. Setelah keripik tersebut digenggam, shiela melihat keripik di tangannya tersebut. Mungkin yang dilakukan oleh shiela adalah menunggu apakah keripk tersebut juga akan menggoyang-goyangkan tangannya. Karena tidak juga bergoyang, akhirnya shiela pun menggoyang-goyangkan keping keripik tersebut sambil berceloteh tapi tidak tertawa. Karena tetap tidak bergerak, shiela pun akhirnya memasukkan keripik tersebut ke mulutnya. Shiela mengecap keping keripik tersebut, dan ekspresi shiela pun berubah karena keripik yang dimakannya.

Dari kedua benda tersebut, telunjuk dan keripik, shiela mendapatkan informasi baru bahwa ada benda yang dapat bergerak (contohnya: jari) dan benda yang tidak dapat bergerak (contohnya: keripik). Kedua benda tadi dapat digenggam dengan telapak tangan, tapi memiliki perbedaan, yaitu benda hidup dan benda mati. Shiela pun mendapatkan informasi baru bahwa tidak semua benda dapat bergerak. Perubahan informasi awal dengan informasi baru yang mengubah struktur kognitif pada pikiran shiela, dalam teori perkembangan kognitif Piaget, disebut sebagai akomodasi.

Kedua benda tadi memberikan proses belajar tersendiri pada shiela, yaitu shiela akan menggoyang-goyangkan setiap benda yang ia genggam selanjutnya. Ini bisa dibuktikan ketika shiela diberikan botol plastik, kaos kaki, dan pulpen. Aktivitas pertama yang dilakukan oleh shiela terhadap benda-benda tersebut adalah menggoyang-goyangkannya, karena cara ini adalah cara shiela belajar bagaimana membedakan benda-benda yang ia temukan. Beberapa ahil psikologi mendefinisikan perkembangan sebagai proses yang sangat luas yang meliputi proses penambahan dan perubahan. Apa yang terjadi pada shiela, menurut penulis, merupakan suatu bentuk perkembangan yang ditandai dengan adanya proses belajar. Berdasarkan pengamatan tersebut, penulis dapat simpulkan, pasti akan ada proses penambahan dan perubahan didalam proses belajar manusia. Sehingga belajar memang benar dapat didefinisikan sebagai suatu proses penambahan dan perubahan struktur informasi dalam diri manusia.

2 thoughts on “How Infant Learns

    1. Piaget adalah seorang tokoh psikologi, beliau bisa dibilang sebagai pencetus ilmu ‘psikologi kognitif’. Teori perkembangan kognitif beliau menjelaskan bagaimana cara manusia belajar (merespon stimulus dari luar) berdasarkan tingkatan usianya. Oke, mas muhazim, semoga bisa memandu untuk mencari informasi selanjutnya. selamat belajar. jangan ragu untuk berdiskusi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s